test single.php

Ilmu Pengetahuan Dasar Agen Properti Yang Perlu Anda Ketahui

 

Apa itu Agen Properti ?

Agen Properti adalah istilah lain dari broker atau makelar properti. Property agent bertugas menjembatani investor atau pembeli dengan penjual.

Keberadaan agen properti sangat membantu bagi para penjual atau pembeli yang ingin membeli, menyewa, dan menjual properti yang diinginkan.

Jasa agen properti dalam jual-beli-sewa properti ditopang oleh sinergi dukungan lima stakeholder utama yaitu:

  • Pemerintah
  • Perbankan
  • Developer
  • Asosiasi
  • Masyarakat

Property agent ini kemudian dikelompokan menjadi dua, yakni Agen Properti Freelance dan Agen Properti Bersertifikat.

Cara menjadi property agent bersertifikat adalah dengan bergabung pada sebuah Kantor Broker Properti atau Property Agency.

Kelebihan menjadi Agen Properti

Seiring pertumbuhan properti yang terus meningkat setiap tahunnya, membuat profesi agen properti makin banyak diminati. Hal ini tentu saja karena komisi agen properti yang dianggap sangat menggiurkan.

Profesi menjadi property agent memang tengah dilakoni oleh banyak orang, salah satu pemantinya adalah penghasilan yang cukup tinggi.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai berapa banyak komisi agen properti, mari kita pahami terlebih dahulu kelebihan menjadi property agent.

  • Profesi ini bisa dijalankan dengan relatif tidak memakai modal.
  • Bekerja sebagai porperty agent juga tidak terikat waktu.
  • Belum lagi hasilnya adalah keuntungan yang adil dan tinggi.

Fee Agen Properti / Gaji Agen Properti

Umumnya agen properti formal atau broker akan memperoleh komisi (marketing fee) antara 2% – 3,5% dari nilai transaksi, sesuai dengan target penjualan dan waktu yang disepakati. Makin tinggi nilai properti, biasanya makin rendah persentase komisinya, bukan gaji agen properti

Namun tidak menutup kemungkinan, komisi agen properti bisa mencapai 5% apabila jasanya digunakan mulai dari bantuan pemasaran, administrasi, sampai pada tahap akad kredit.

Untuk persewaan (bukan jual beli), komisi property agent juga bisa mencapai 5%. bukan gaji agen properti

Tak jarang pula, komisi agen properti tradisional atau calo bergantung pada negosiasi dengan penjual atau pembeli. Terkadang mereka tidak meminta dalam bentuk persentase dari nilai transaksi, tetapi mematok nominal tertentu.

Anda dapat membaca perhitungan lengkap mengenai fee agen properti pada Komisi Agen Properti Lengkap.

Fee Agen Properti, Tanggungan Penjual atau Pembeli?

Secara normatif, yang berhak memberikan komisi adalah penerima pembayaran atau penjual. Namun bisa juga ditanggung bersama antara penjual dan pembeli sesuai kesepakatan.

Hukum Property Agent

Peraturan mengenai komisi agen sebenarnya sudah ada sejak lama.

Sebelumnya peraturan tersebut tertuang pada Permendag No: 33/ M- DAG/ PER/ 8/ 2008 yang kemudian direvisi di tahun 2017.

Dalam peraturan lama, pemerintah hanya mengatur batasan minimal komisi bagi property agent yaitu 2% dari nilai transaksi.

Tak ada batasan maksimalnya. Namun untuk mencegah perilaku semena-mena dari agen properti yang bisa berimbas kepada properti yang semakin sulit terjual, pemerintah menyempurnakan peraturan ini.

Selain itu juga Agen properti wajib memiliki lisensi atau sertifikasi agen properti.

Mengapa butuh lisensi?

Sebab menurut Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 33/M-DAG/PER/8/2008 yang disebut agen properti atau perantara perdagangan properti adalah seseorang yang punya keahlian khusus dibidang properti. Ini dibuktikan dengan adanya sertifikat dari lembaga sertifikasi yang sudah terakreditasi.

Ada 3 jenis sertifikat yang bisa didapat. Ketiganya adalah Broker Properti, Manajemen Broker Properti, dan Manajemen Properti dan Investasi. Proses dan syarat untuk mendapatkan ketiga sertifikat ini berbeda-beda. Sertifikat sangat penting untuk dimiliki saat ini, mengingat persaingan yang semakin ketat. Terutama dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean, broker properti asing bisa masuk ke Indonesia dan memperketat persaingan.

Ilmu yang Harus Dikuasai Agen Properti

Fungsi agen / pemasar properti sangat membantu penjual atau pembeli yang ingin mendapatkan properti sesuai keinginan. Beberapa orang mengira bahwa agen real estate seperti broker yang menjual properti saja.

Padahal, agen properti juga memperhatikan regulasi, legalitas hukum, dan lain-lain.

Bekerja sebagai agen properti memang tidak mudah, karena membutuhkan penguasaan beberapa pengetahuan dasar tentang properti.

Apa saja ilmu dasar yang harus dikuasai jika menjadi broker properti?

A. Pembiayaan real estat atau sarana pembiayaan lainnya

Agen properti terbaik harus menguasai pengetahuan terkait berbagai pembiayaan real estat, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

B. Investasi Real Estate

Seorang agen properti terpercaya juga harus dapat mengukur keuntungan di masa depan bagi seseorang yang akan berinvestasi properti.

C. Penilaian properti

Ini adalah ilmu tentang bagaimana menilai harga properti yang masuk akal atau tidak. Misalnya, apakah terlalu tinggi dari harga pasar.

D. Pajak dan hukum real estat

Seorang agen properti harus menguasai masalah hukum dan pajak, serta memahami jenis-jenis sertifikat, karena biasanya jenis sertifikat berbeda, harganya pun berbeda.

E. Ekonomi properti

Agen properti terpercaya juga diminta untuk mengontrol penawaran dan permintaan. Apakah produk properti sudah kelebihan pasokan, atau permintaan tinggi, tetapi produk tidak tersedia.

F. Efisien dalam Memanfaatkan Teknologi

Rangkaian proses dengan banyaknya properti yang di handle mengharuskan Anda untuk bergerak cepat dan praktis. Aplikasi Prospeku menjadi salah satu aplikasi wajib yang harus dimiliki agen properti pemula hingga kelompok agensi properti.

Lima Jenis Agen Properti

Jika Anda akan membeli dan menjual rumah, Anda harus mencari property agent yang tepat untuk bekerja sama dengan Anda dalam melakukan tugas pemasaran. Banyak hal yang harus diperhatikan, karena ada berbagai macam jenis agen properti berdasarkan pengalaman dan mekanisme tindakannya.

Untuk membantu Anda menemukan agen property yang tepat, berikut adalah beberapa jenis paling umum yang akan Anda temui, serta kekuatan dan kelemahan mereka.

1. Agen Properti Berpengalaman

Mereka adalah agen yang memiliki pengalaman bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dalam bisnis ini. Keuntungan dari agen berpengalaman adalah mereka dapat memberikan nasehat yang bijak berdasarkan luasnya pengetahuan yang mereka peroleh selama bertahun-tahun. Setelah menangani hampir semua jenis penjualan, mereka dapat membantu Anda mengatasi masalah rumit yang mungkin muncul.

Agen real estat berpengalaman ini biasanya banyak diminati, dan dapat bekerja dengan beberapa klien sekaligus. Karena waktu mereka terbatas, mungkin akan sulit mendapatkan layanan mereka jika ada masalah mendadak atau mendesak lainnya. Mengenai biaya, mereka juga cenderung berkompromi dengan komisi mereka, yaitu sekitar 5% hingga 6% dari harga jual akhir rumah.

Agen berpengalaman ini sangat disarankan untuk Anda yang menginginkan banyak informasi. Jika ini adalah pertama kalinya Anda membeli atau menjual rumah, ini mungkin agen terbaik untuk Anda.

2. Agen Properti Pemula

Agen pemula ini belum memiliki banyak pengalaman di dunia nyata, mungkin hanya satu atau dua tahun terakhir. Baru di lapangan, agen pemula mampu menghadirkan energi segar dan antusiasme untuk pekerjaan mereka. Sering kali pemula biasanya memiliki lebih sedikit klien daripada age berpengalaman, mereka mungkin dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan Anda daripada agen berpengalaman yang menangani banyak klien. Selain itu, jika Anda menjual rumah, agen pemula mungkin bersedia mengambil komisi yang lebih kecil, yang dapat menghemat banyak uang.

Namun, karena kurangnya pengalaman, sebenarnya dapat menghabiskan banyak uang jika agen tersebut gagal dalam kontrak penjualan. Agen pemula sangat cocok untuk Anda yang menginginkan banyak waktu untuk berdiskusi atau yang ingin menghemat sedikit komisi.

3. Agen Properti ‘Hiu’

Secara alami, jenis agen ini blak-blakan dan tidak takut ketika harus bernegosiasi atas nama Anda. Karena hiu tidak takut untuk menunjukkan giginya, Anda dapat yakin bahwa mereka akan berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik. Tetapi karena hiu pada dasarnya tidak peka, dan tidak ragu untuk memberikan nasihat yang sangat jujur, beberapa klien, dan bahkan agen real estat lainnya, dapat menjadi sulit untuk diajak bekerja sama. Agen jenis ini cocok untuk pasar properti yang kompetitif, di mana keterampilan negosiasi yang kuat dibutuhkan untuk mendapatkan keunggulan.

4. Agen Properti yang Menawan

Mereka adalah agen real estat yang memikat dan terhubung dengan baik. Dengan keahlian mereka, mereka dengan cekatan dapat menangani segala macam potensi konflik antara pembeli dan penjual.

Namun, secara umum pembicara yang fasih tidak selalu menjadi pendengar yang baik, jadi Anda mungkin perlu menjelaskan apa yang Anda inginkan.

Jenis agen ini paling baik untuk pembeli dan penjual rumah dengan sejumlah kekurangan seperti nilai kredit yang buruk atau rumah yang perlu diperbaiki, yang membangun kepercayaan dan hubungan baik dengan semua yang terlibat dapat membantu mendorong kesepakatan.

5. Agen Properti ‘Teknisi’

Biasanya kaum milenial, agen teknis bekerja menggunakan aplikasi seluler, media sosial, dan teknologi terbaru untuk membantu pembeli dan penjual rumah menavigasi pasar yang berubah saat ini.

Kekuatan agen adalah ahli dalam menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, dan platform media sosial lainnya untuk menemukan dan menjual rumah.

Kehebatan ini sangat berguna bagi penjual rumah, karena banyak calon pembeli rumah memulai pencarian rumah mereka dengan melihat iklan properti secara online.

Beberapa agen teknik menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk di depan komputer, daripada melakukan pemasaran dan menunjukkan properti.

Jenis agen ini sangat cocok untuk penjual rumah di pasar yang lesu, di mana sulit untuk menghasilkan minat – serta pembeli rumah di pasar yang bergerak cepat yang ingin maju.

Empat Hal yang Perlu Agen Properti Jelaskan kepada Konsumen Properti

Pekerjaan agen properti adalah pelayanan dalam pengelolaan dan penjualan properti. Tidak semua konsumen properti memahami detail profesi agen / pemasar properti. Agen sendiri harus menjelaskan kepada konsumen properti tentang profesi ini, karena merupakan bagian dari edukasi konsumen properti.

Sehingga mereka mengerti apakah mereka benar-benar membutuhkan jasa agen properti atau tidak. Selain itu, mereka juga tahu apa saja yang bisa diselesaikan oleh agen properti.

Untuk itu, agen properti perlu menjelaskan dunia kerjanya kepada konsumen properti agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika memang konsumen properti ingin menggunakan jasa agen real estat, maka ada beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada konsumen properti.

1. Kontrak Kerja Sama

Sebagai bentuk pekerjaan jasa, agen perlu menjelaskan bahwa kerja sama harus berdasarkan kontrak kerja tertulis. Dengan kontrak kerjasama tertulis, hak mereka dilindungi oleh agen properti. Konsumen properti juga mendapat jaminan layanan yang menjadi kewajiban agen / pemasar properti.

Dalam kontrak kerja sama, satu hal yang perlu ditekankan adalah ruang lingkup tugas agen properti sebagai perwakilan konsumen di bidang properti. Kemudian objek properti yang akan dikelola, dengan jelas mencantumkan lokasi, alamat, ukuran, dan nomor sertifikat. Selanjutnya, jangka waktu perjanjian, kapan perjanjian akan berlaku dan kapan akan diselesaikan. Terakhir, terkait mekanisme penyelesaian sengketa, solusi apa yang akan diambil jika kedua belah pihak tidak sepakat.

2. Jenis kerjasama

Dalam kontrak kerja sama agen pemasar properti dikenal beberapa jenis kerja sama. Yakni listing eksklusif, listing terbuka, dan multi agen. Daftar Eksklusif adalah bentuk kerjasama yang paling umum digunakan. Dalam kolaborasi ini, konsumen menyerahkan sepenuhnya haknya untuk menjual dan memasarkan propertinya kepada agen. Karena sifatnya eksklusif, agen bertanggung jawab untuk menjual properti klien. Sehingga agen harus menjualnya secara total.

Sedangkan Open Listing secara singkat bisa disebut first come first. Semua agen, bahkan non-agen pun bisa menjual properti. Siapa yang bisa menjualnya berhak atas bayaran. Untuk jenis kerja sama multi-agen ini, biasanya pengembang besar memasarkan properti mereka dalam jumlah besar.

3. Hak dan Kewajiban Kedua Pihak

Penjelasan pertanyaan ini wajib dalam semua bentuk kerjasama. Kerja sama antara agen dan konsumen sebenarnya saling menguntungkan alias mutualisme. Setiap konsumen memiliki kebutuhan yang bisa berbeda-beda. Sebaliknya, agen properti juga dapat memiliki kemampuan khusus yang berbeda. Sehingga dalam penjelasan hak dan kewajiban dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan keunggulan agen / pemasar properti. Singkatnya, yang menjadi kewajiban agen real estat adalah hak konsumen. Sedangkan yang menjadi hak agen properti adalah kewajiban konsumen.

4. Komisi agen beserta jumlah dan metode pembayarannya

Biaya agen pada dasarnya merupakan bagian dari hak agen properti dan kewajiban konsumen. Hal ini perlu ditegaskan jika ada kemungkinan konsumen tidak mengerti, atau menghindari kewajibannya setelah haknya terpenuhi.

Merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, komisi jual beli agen / pemasar properti berada di antara 2-5 persen dari harga jual.

Sedangkan agen persewaan jasa menyewakan properti antara 5-8% dari harga sewa. Pastikan berapa persen milik agen real estate, lama batas pembayaran maksimum dan metode pembayaran apa yang digunakan.

Dengan penjelasan ini kepada konsumen properti ini, kedua belah pihak bisa sama-sama aman dan hak mereka dilindungi.
Itulah penjelasan mengenai panduan cara jadi agen properti terbaik.

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG